7 Alasan Tagihan Listrik Membengkak

Kaget dengan tagihan listrik yang membengkak? Banyak lho pengguna listrik yang mengalami hal serupa. Tiba-tiba tagihan melonjak, bahkan sampai 2 kali lipat.

Banyak sebab mengapa tagihan listrik membengkak (atau tinggi, tidak sama dengan tetangga yang batas daya listriknya sama (900 Watt misalnya). 7 Hal yang dapat menyebabkan tagihan listrik membengkak adalah:

Kebutuhan

Kalau tagihan listrik di rumah kita tinggi, mungkin memang nilai energi segitu yang kita butuhkan. Misalnya, kalau rumah kita berada di daerah panas, maka kita akan membutuhkan AC. Kalau tidak, maka sistem di tubuh kita akan terganggu. Menyalakan AC setiap waktu akan menyedot banyak daya listrik. Tetapi itu memang menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

Pencatatan tidak akurat

Pada meter pascabayar, secara periodik indikasi total pemakaian pada meter akan dicatat. Pencatatan tersebut bisa jadi tidak sesuai dengan nilai asli pada meter. Pencatatan yang ngawur, nilainya bisa lebih besar dari yang seharusnya dan dapat membengkakkan tagihan yang tidak sesuai dengan energi listrik yang telah kita pakai.

Kurang hemat dalam pemakaian

Kurang berhemat dalam pemakaian listrik biasanya berasal dari faktor kebiasaan. Biasanya, karena lupa, peralatan listrik yang seharusnya sudah tidak kita butuhkan tetap menyala. TV tetap menyala walau informasi yang ditayangkan tidak kita perlukan. Lampu yang tetap menyala pada hari di mana sumber cahaya alami (matahari) masih cukup menerangi ruangan.

Peralatan listrik yang tidak hemat listrik

Secara umum, peralatan listrik di rumah berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi dalam bentuk lain, misalnya panas pada setrika, cahaya pada lampu, putaran-tenaga pada kipas angin. Tetapi, karena satu dan lain hal, peralatan2 ini tidak akan mengubah semua energi listrik 100% menjadi energi tujuan.

Misalnya, lampu bohlam akan mengubah energi listrik menjadi dua, yaitu cahaya dan panas. Lampu bohlam yang baru saja menyala lama permukaan kacanya akan terasa panas. Panas ini yang mengurangi energi cahaya, energi sebenarnya yang kita harapkan dari lampu.

Pengubahan energi pada peralatan listrik dipengaruhi oleh sifat alatnya. Sifat alat ini ada yang resistif, induktif, dan kapasitif. Pada alat yang bersifat induktif dan kapasitif, ada yang namanya daya reaktif, daya yang diserap alat listrik tetapi tidak berguna. Semakin jelek kualitas alat listrik, semakin besar daya reaktifnya. Daya reaktif ini termasuk yang harus kita bayar ke PLN, selain daya yang telah kita pakai.

Ketidakefisienan peralatan listrik dapat disebabkan oleh tidak terawatnya peralatan listrik. Motor kipas angin yang kotor akan menyebabkan putaran menjadi lebih berat, sehingga untuk tingkat hembusan angin yang sama kita perlu memilih kecepatan motor yang lebih tinggi.

Sistem kontrol otomatis

Peralatan listrik modern mempunyai sistem kontrol otomatis yang dapat mengatur penggunaan peralatan berdasarkan kondisi pemakaian. Misalnya AC, akan melihat temperatur ruang, dan dibandingkan dengan nilai yang dimasukkan melalui remote. Jika temperatur lebih tinggi, maka AC bekerja untuk mendinginkan ruangan. Jika temperatur lebih rendah, maka AC akan menghentikan proses pendinginan.

Sistem kontrol yang tidak akurat, karena sensor yang tidak bekerja normal, dapat menyebabkan peralatan listrik bekerja tidak normal. Kalau sensor temperatur AC rusak, bisa jadi AC akan terus-menerus menyala. Logika kontrol yang tidak tepat juga akan menyebabkan AC menyala pada saat yang tidak diperlukan. Misalnya pengubahan kontrol dari otomatis ke manual. Atau, pengaturan temperatur otomatis yang tidak smart.

Instalasi listrik

Kalau sambungan listrik di atas plafon kualitasnya buruk, atau stopkontak yang kita pakai tidak memberikan kontak yang baik, maka akan menimbulkan panas tambahan, bahkan bunga api. Ini pengubahan energi yang benar-benar tidak kita perlukan. Bahkan, kondisi ini juga sangat membahayakan, karena berpotensi menimbulkan kebakaran.

Membayar listrik tidak tepat waktu

Jika kita telat membayar listrik, maka kita akan dikenakan sanksi. Skema sanksi akan ditentukan oleh PLN, mulai yang teringan, hingga pemutusan jaringan listrik. Bisa jadi sanksi itu berupa denda, yang artinya kita membayar lebih kepada PLN, tidak sesuai dengan daya listrik yang telah kita pakai.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s