Category: Listrik Prabayar

Listrik Prabayar Lewat SMS

Transaksi sebenarnya pada loket PPOB listrik prabayar masih mengadopsi sistem yang telah lama berjalan.

Dulu, kita mendatangi loket pembayaran listrik setiap akan membayar rekening listrik. Setelah bertransaksi, kita akan mendapatkan struk sebagai tanda bukti telah membayar.

Sistem sekarang tidak jauh berbeda dengan sistem lama tadi. Kita mendatangi loket PPOB. Kemudian kita memberikan data jenis rekening, nomor pelanggan, dan jumlah pembayaran. Akhirnya, kita akan mendapatkan struk bukti pembayaran.

Perbedaan pasti ada. Dulu kita harus mendatangi loket yang sebenarnya. Kini, “loket” PPOB itu dapat berupa rumah tinggal biasa. Ini karena usaha loket PPOB dapat dilakukan di rumah.

Mengapa kita perlu memberikan data jenis rekening pada saat membayar rekaning? Loket PPOB biasanya dapat melayani pembayaran untuk lebih dari satu jenis rekening. Loket PPOB juga membutuhkan data spesifik pelanggan untuk dikirimkan ke server PPOB.

Mintalah informasi kepada penyelenggara loket PPOB tentang jenis rekening yang dapat dilayani. Atau, browse saja provider PPOB di internet.

Cara pembayaran dengan bertemu langsung adalah yang paling baik. Ini karena pelanggan langsung bertemu dengan operator loket. Komunikasi dapat berlangsung dengan langsung dan lancar.

Kini, demi kemudahan pelanggan, penyelenggara loket PPOB juga melayani pembayaran rekening, atau permintaan token prabayar, lewat SMS. Ini akan semakin memberikan kenyamanan bagi pelanggan.

Ketika kWhmeter prabayar di rumah telah memasuki angka pengisian kembali, kita dapat menghubungi loket PPOB dengan SMS. Nomor token dapat segera dimasukkan. Tidak perlu keluar rumah untuk membeli token.

Kenyamanan ini dapat saja terkendala dengan waktu. Misalnya, karena jaringan SMS sibuk, maka informasi tidak akan segera tersampaikan. Jika nilai kWh menipis, tertundanya komunikasi ini dapat menyebabkan nilai kWh habis.

Akan lebih bijak barangkali, jika kWhmeter prabayar diisi sebelum nilai kWh-nya mendekati alarm tanda bunyi batas minimal. Kehabisan kWh dapat dihindari.

Loket PPOB harus memakai jasa operator GSM lewat ponsel untuk mengirim SMS. Tergantung dari kebijakan usaha loket PPOB, biaya komunikasi dan transaksi lewat SMS ini bisa free, bisa berbayar.

Listrik Di Rumah Kita

Listrik itu kebutuhan. Terutama di rumah. Kita membutuhkannya untuk menerangi rumah jika gelap. Ingin merapikan pakaian, kita juga memakai listrik. Dua contoh dari sekian banyak cara kita membutuhkan dan memakai listrik.

Listrik itu energi. Seperti halnya energi dalam bentuk lainnya, energi pada kondisi yang terkendali sangatlah bermanfaat. Tetapi jika sudah tidak terkendali, selalu merugikan.

Peralatan listrik di rumah secara umum ditujukan untuk mengubah dan mengendalikan energi listrik. Lampu, setrika, kipas angin, ditujukan untuk mengubah energi listrik ke energi cahaya, panas, atau putaran, sesuai kebutuhan. Manusia jarang mengkonsumsi listrik secara langsung. Yang dikonsumsinya adalah energi dalam bentuk lain sebagai hasil pengubahan energi listrik.

Kabel, sambungan, ditujukan untuk menyalurkan energi listrik pada posisi yang dikehendaki. Misalnya lampu di plafon tengah, kipas angin di kamar, dsb.

Energi listrik dikatakan merugikan jika tidak terkendali atau menimbulkan bahaya. Selama ini, bahaya listrik selalu dua hal, kalo tidak panas berlebih, ya kesetrum. Sudah ada banyak kasus kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Tersengat listrik sering terjadi, dan tidak jarang menimbulkan fatality karena denyut jantung tidak terkendali.

Listrik bisa juga bocor. Aliran listrik yang normal selalu melalui kabel pertama, kemudian masuk ke rangkaian titik pengubah energi (seperti stopkontak dan setrika, atau lampu dengan saklarnya) dan kembali ke kabel kedua. Nah, aliran listrik dikatakan bocor jika melewati saluran selain tadi. Misalnya, ketika kabel mengelupas, maka aliran listrik arahnya akan bocor ke badan kita jika kita menyentuhnya. Kita akan kesertum kalo ini terjadi.

Listrik bisa juga terhubung singkat. Artinya, listrik tidak melewati beban. Langsung bypass dari kabel pertama ke kabel kedua. Arus akan mengalir berlebihan, dan menimbulkan panas tinggi, akhirnya kebakaran.

Isolasi pada kabel, komponen, konstruksi non-logam pada peralatan listrik akan mengamankan kita dari kebocoran dan hubung singkat listrik. Stopkontak yang baik selalu dibuat sedemikian sehingga lubangnya tertutup jika tidak dimasuki plug (cop-copan), terbuat dari plastik isolator yang baik dan dipasang di ketinggian yang tidak mudah dijangkau anak-anak.

Grounding (earthing, pembumian) akan langsung mengarahkan listrik ke tanah jika bocor. Ini yang membuat kabel listrik yang semula dua jadi tiga untuk listrik satu fasa. Penangkal petir digunakan untuk mengalirkan energi listrik petir ke tanah agar tidak kena televisi kita.

ELCB (atau RCD, GFCI, GCI) akan mengamankan instalasi listrik rumah kita dari bahaya arus listrik bocor. MCB akan memutus listrik jika terjadi hubung singkat dan arus lebih listrik. Dua alat ini dibuat khusus hanya sebagai pengaman saja. Ada yang sendiri-sendiri, ada yang dikombinasikan bernama RCCB.

Rumah yang ideal adalah rumah yang listriknya sudah dilengkapi dengan fitur-fitur pengamanan seperti di atas. Tetapi, walaupun peralatan pengamanan listrik sudah lengkap, keawasan dari pengguna listrik tetap harus ada. Lampu juga akan menghasilkan panas, yang akumulasinya bisa berbahaya. Hal ini tidak akan secara otomatis memutuskan MCB atau ELCB, atau RCCB.

Segera tahu dan melakukan tindakan awal sangat berguna untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. Maka salah satu sarannya adalah selalu mematikan lampu yang tidak diperlukan ketika kita bepergian, atau mudik, atau tidur. Karena pada saat seperti itu kita tidak segera tahu kejadian akumulasi panas lampu, atau ketidaknormalan peralatan listrik lainnya.

7 Alasan Tagihan Listrik Membengkak

Kaget dengan tagihan listrik yang membengkak? Banyak lho pengguna listrik yang mengalami hal serupa. Tiba-tiba tagihan melonjak, bahkan sampai 2 kali lipat.

Banyak sebab mengapa tagihan listrik membengkak (atau tinggi, tidak sama dengan tetangga yang batas daya listriknya sama (900 Watt misalnya). 7 Hal yang dapat menyebabkan tagihan listrik membengkak adalah:

Kebutuhan

Kalau tagihan listrik di rumah kita tinggi, mungkin memang nilai energi segitu yang kita butuhkan. Misalnya, kalau rumah kita berada di daerah panas, maka kita akan membutuhkan AC. Kalau tidak, maka sistem di tubuh kita akan terganggu. Menyalakan AC setiap waktu akan menyedot banyak daya listrik. Tetapi itu memang menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

Pencatatan tidak akurat

Pada meter pascabayar, secara periodik indikasi total pemakaian pada meter akan dicatat. Pencatatan tersebut bisa jadi tidak sesuai dengan nilai asli pada meter. Pencatatan yang ngawur, nilainya bisa lebih besar dari yang seharusnya dan dapat membengkakkan tagihan yang tidak sesuai dengan energi listrik yang telah kita pakai.

Kurang hemat dalam pemakaian

Kurang berhemat dalam pemakaian listrik biasanya berasal dari faktor kebiasaan. Biasanya, karena lupa, peralatan listrik yang seharusnya sudah tidak kita butuhkan tetap menyala. TV tetap menyala walau informasi yang ditayangkan tidak kita perlukan. Lampu yang tetap menyala pada hari di mana sumber cahaya alami (matahari) masih cukup menerangi ruangan.

Peralatan listrik yang tidak hemat listrik

Secara umum, peralatan listrik di rumah berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi dalam bentuk lain, misalnya panas pada setrika, cahaya pada lampu, putaran-tenaga pada kipas angin. Tetapi, karena satu dan lain hal, peralatan2 ini tidak akan mengubah semua energi listrik 100% menjadi energi tujuan.

Misalnya, lampu bohlam akan mengubah energi listrik menjadi dua, yaitu cahaya dan panas. Lampu bohlam yang baru saja menyala lama permukaan kacanya akan terasa panas. Panas ini yang mengurangi energi cahaya, energi sebenarnya yang kita harapkan dari lampu.

Pengubahan energi pada peralatan listrik dipengaruhi oleh sifat alatnya. Sifat alat ini ada yang resistif, induktif, dan kapasitif. Pada alat yang bersifat induktif dan kapasitif, ada yang namanya daya reaktif, daya yang diserap alat listrik tetapi tidak berguna. Semakin jelek kualitas alat listrik, semakin besar daya reaktifnya. Daya reaktif ini termasuk yang harus kita bayar ke PLN, selain daya yang telah kita pakai.

Ketidakefisienan peralatan listrik dapat disebabkan oleh tidak terawatnya peralatan listrik. Motor kipas angin yang kotor akan menyebabkan putaran menjadi lebih berat, sehingga untuk tingkat hembusan angin yang sama kita perlu memilih kecepatan motor yang lebih tinggi.

Sistem kontrol otomatis

Peralatan listrik modern mempunyai sistem kontrol otomatis yang dapat mengatur penggunaan peralatan berdasarkan kondisi pemakaian. Misalnya AC, akan melihat temperatur ruang, dan dibandingkan dengan nilai yang dimasukkan melalui remote. Jika temperatur lebih tinggi, maka AC bekerja untuk mendinginkan ruangan. Jika temperatur lebih rendah, maka AC akan menghentikan proses pendinginan.

Sistem kontrol yang tidak akurat, karena sensor yang tidak bekerja normal, dapat menyebabkan peralatan listrik bekerja tidak normal. Kalau sensor temperatur AC rusak, bisa jadi AC akan terus-menerus menyala. Logika kontrol yang tidak tepat juga akan menyebabkan AC menyala pada saat yang tidak diperlukan. Misalnya pengubahan kontrol dari otomatis ke manual. Atau, pengaturan temperatur otomatis yang tidak smart.

Instalasi listrik

Kalau sambungan listrik di atas plafon kualitasnya buruk, atau stopkontak yang kita pakai tidak memberikan kontak yang baik, maka akan menimbulkan panas tambahan, bahkan bunga api. Ini pengubahan energi yang benar-benar tidak kita perlukan. Bahkan, kondisi ini juga sangat membahayakan, karena berpotensi menimbulkan kebakaran.

Membayar listrik tidak tepat waktu

Jika kita telat membayar listrik, maka kita akan dikenakan sanksi. Skema sanksi akan ditentukan oleh PLN, mulai yang teringan, hingga pemutusan jaringan listrik. Bisa jadi sanksi itu berupa denda, yang artinya kita membayar lebih kepada PLN, tidak sesuai dengan daya listrik yang telah kita pakai.

Prepaid Receipt

Pembelian token listrik prabayar biasanya akan mendapatkan secarik kertas bernama struk. Informasi di dalamnya misalnya 20 digit token, nomor-nomor untuk ID dan referensi, jumlah pembelian, nama pelanggan, nama loket pembayaran, dan rincian biaya-biaya.

Salah satu informasi yang menarik adalah jumlah listrik (atau kWh) yang diterima. Pada peraturan tentang tarif listrik, untuk daya 1300VA untuk rumah tangga misalnya, tarifnya adalah Rp790. Ketika dicoba dihitung, misalnya untuk pecahan token Rp50000, kWh yang didapatkan 55,70 kWh. Lho, harusnya kan dapatnya 63,29 kWh, dari 50000 dibagi tarif per kWh?

Penyelidikan lebih lanjut pada struk menemukan sisa kWh yang hilang. Pada rincian biaya pada struk, ada biaya PPJ (singkatannya lupa, tetapi ini hubungannya dengan biaya penerangan jalan yang dibebankan ke pelanggan), dan biaya admin. PPJ biayanya 10% dari Rp token yang diterima, sedang admin bank, biasanya Rp1600. Ini rupanya yang menyebabkan harga per kWh aktual lebih besar dari peraturan tarif. Sebagian dari pembayaran akan diambil untuk membiayai PPJ dan memberikan fee kepada admin bank (atau loket).

Pemecahan token dengan nominal bulat 20rb, 50rb, 100rb, dst, bisa jadi dimaksudkan untuk memudahkan bertransaksi. Jadi ingat ketika membeli bensin untuk motor. Kita tentunya lebih suka membeli 10rb. Kalau membeli dengan 2 liter misalnya, uangnya tidak akan bulat. Ini akan membuat waktu antrian lebih lama untuk menghitung recehan.

 

NB.: Ingin mengetahui jumlah kWh yang diterima? Rumusnya kurang lebih: kWhDiterima=(jmlDibayar-adminBank)/(tarif+(tarif*0.1))

5 Tips Memakai kWhmeter Prabayar

kWhmeter prabayar memakai modul elektronik yang canggih. Tegangan, arus listrik dan waktu akan diukur dan akan dikonversi ke kWh oleh rangkaian elektronik, dan akan dikalkulasi dengan akumulasi kWh tersimpan dari 20 digit token yang dimasukkan oleh pengguna.

kWhmeter prabayar, seperti halnya rangkaian elektronik biasa, fungsinya dapat menjadi tidak normal karena umur, keausan, panas, dsb. Kegagalan fungsi ini dapat menyebabkan rumah kita tidak berlistrik dalam waktu yang mungkin agak lama karena proses klaim dan penanganan dari PLN.

Berikut 5 tips memakai kWhmeter prabayar:

Lokasi

Sedapat mungkin pasang kWhmeter pada lokasi teduh yang tidak ada cipratan air dan debu. kWhmeter ACE9000 IBS mempunyai rating IP 54, artinya kurang lebih tahan terhadap debu yang dapat membuat fungsi tidak normal dan tahan cipratan air. Tetapi kita tidak tahu kondisi aktual kWhmeter yang ada di rumah kita.

Tutup MCB

Tutup MCB pada kWhmeter prabayar tidak bersegel. Tetapi tutup ini dihubungkan dengan tamper switch yang akan memutus jaringan listrik atau menyimpan pemberitahuan ke PLN jika kita membukanya. Jadi, jangan coba membuka tutup MCB ini.

Pengisian kWh

Selalu periksa sisa kWh secara berkala pada pagi hari. Isi kembali kWh sebelum habis. Jika kWh sampai habis, maka jaringan listrik akan putus secara otomatis. Ini akan menyebabkan umur kontak pemutus berkurang karena bunga api pada saat proses pemutusan, juga listrik di rumah kita akan padam.

Nominal Token

Kalau kita lebih memilih nominal token yang kecil, misalnya 20000, maka kita akan lebih sering membeli, dan kita akan boros di biaya admin bank, yang harus dibayarkan setiap kali membeli token. kalau kita lebih memilih nominal yang besar, kita akan lebih jarang untuk membeli, dan irit biaya admin bank. Tetapi, jika kWhmeter rusak dan isinya masih banyak, maka mungkin kita akan berisiko kehilangan sisa kWh dalam jumlah besar.

kWhmeter di kamar tidur

Jangan pernah. Kalau kWhmeter bunyi karena kWh tinggal sedikit, nasib kWhmeter bisa jadi seperti jam weker.

20 Digit Token Listrik Prabayar

Fenomena baru di kampung saya adalah dimasyarakatkannya oleh PLN sistem pembayaran Listrik Prabayar. Sistem pembayaran ini ini diklaim akan lebih menguntungkan daripada sistem pascabayar yang selama ini telah dipakai. Bahkan, Pada tahun 2012, PLN menargetkan 5 juta pelanggan listrik di Indonesia akan memakai sistem ini, yang meteran listriknya punya tombol-tombol mirip ponsel.

Pada sistem Listrik Prabayar, PLN dan konsumen diklaim diuntungkan karena banyak kelemahan2 pada sistem pembayaran pascabayar yang dapat ditanggulangi, seperti kesalahan pencatatan meter, gangguan privasi konsumen, kesulitan berhemat listrik, dsb.

Sistem Listrik Prabayar tidak akan menunggu pada bulan berikutnya untuk mengetahui dan membayar berapa jumlah listrik (dalam satuan kWh) yang telah dipakai. Mirip dengan ponsel, kita akan membeli “pulsa” (atau dalam istilah sistem ini “token”) terlebih dahulu untuk memperpanjang koneksi rumah kita dengan jaringan listrik PLN. Sistem ini tidak mengenal masa aktif dan masa tenggang.

Pada sistem Listrik Prabayar, pada layar meteran akan ditampilkan berapa sisa kWh yang dimiliki. Jika kWh-nya tinggal sedikit, misalnya kurang dari 20 kWh, maka alarm akan berbunyi. Nah, pada saat inilah kita akan membeli listrik di loket yang telah bermitra dengan PLN, seperti ATM-ATM bank tertentu, atau loket pembayaran online mitra bank (PPOB: Payment Point Online Bank). Sesuai dengan informasi nomor meteran dan nominal yang dibayar, maka kita akan mendapatkan 20 digit angka token. Nah, angka ini yang akan kita masukkan ke meteran listrik yang akan menyimpan angka ini di memori dan menterjemahkannya. jika 20 angka ini sah, otomatis sisa listriknya (atau kWh-nya) akan bertambah. Siklus ini akan berulang sepanjang kita masih memakai listrik dari PLN.

Apa itu 20 digit angka token? 20 Digit ini sebenarnya adalah kumpulan informasi dari PLN yang diberikan ke meteran di rumah kita, yang dibuat sedemikian rupa sehingga bentuk akhirnya adalah 20 digit angka.

Bagaimana mengubah banyak informasi dari PLN menjadi 20 digit angka saja?

Sebenarnya cara (atau pengkodean) ini sudah sering kita lakukan, misalnya, pada saat kita mengirim sms, atau posting di twitter, namanya ditulis namax, kadang-kadang ditulis kdg2, dsb. Ini namanya kompresi. Tulisan yang jumlah hurufnya banyak akan “dimampatkan” sehingga menjadi sedikit tanpa kehilangan informasi yang dikandungnya. Kalau kita mengirim sms cinta, biar tidak malu dibaca orang, maka kita membuat kesepakatan dengan istri kita bahwa setiap huruf harus dikurangi 5 urutan abjad untuk dapat dibaca. Ini namanya enkripsi, untuk memindah informasi dari pengirim ke penerima tanpa orang lain tahu isinya. Kompresi dan enkripsi ini dapat dikombinasikan menghasilkan tulisan alien yang super pusing bacanya.

Pada token listrik prabayar, 20 digit pengkodean menggunakan sistem STS (Standard Transfer Specification) untuk “membungkus” dan memindah informasi untuk mengamankan transaksi pembayaran/pembelian listrik. Sistem ini menstandarkan:

  1. Teknik enkripsi dan kompresi yang jauh lebih canggih dari yang biasa kita lakukan ketika ber-sms tadi.
  2. Tata cara pemindahan informasinya.
  3. Fungsi-fungsi pada loket penyedia dan meteran listrik.

PLN adalah salah satu lembaga yang telah mempunyai lisensi STS dan memakainya pada sistem listrik prabayar.

Keunggulan 20 digit token ini misalnya (seperti yang ditulis pada website STS):

  1. Token yang dibeli untuk satu meteran tertentu tidak dapat dipakai untuk meteran lainnya.
  2. Token yang dibeli hanya dapat dipakai satu kali saja.
  3. Token tidak dapat diubah informasi di dalamnya (tidak dapat di”crack”), misalnya dengan tujuan untuk menambah nilai kWh-nya.

Kaitannya dengan keunggulan tadi, lalu apa saja isi dari 20 digit token? Saya sebagai konsumen umum tidak tahu karena kita tidak dapat menterjemahkannya (hanya meteran listrik yang bisa). Tetapi berdasarkan keunggulan di atas mungkin dapat ditebak apa isinya:

  1. Nomor meteran. Informasi ini diperlukan agar token tidak dapat dipakai oleh meteran lain.
  2. Jumlah nominal uang yang dibayar. Informasi ini diperlukan oleh meteran untuk dikonversi menjadi kWh yang dapat kita pakai. Atau, jumlah kWh, jika proses konversi uang-kWh telah dilakukan di loket pembayaran Listrik Prabayar.
  3. Nomor indeks atau batch, atau tanggal/waktu pembelian, untuk membuat token hanya satu kali pakai.
  4. Dan informasi lain-lain, untuk mendukung keamanan transaksi pembelian Listrik Prabayar.

Apakah ada pertukaran data dan pengawasan secara wireless antara meteran prabayar rumah tangga dengan PLN?

Meteran di rumah mereknya “Itron ACE 9000 IBS“. Tanya mbah gugl, maka didapat spesifikasi dari meteran tersebut. Tidak disebutkan adanya sistem pertukaran data secara wireless, apakah GSM ataukah CDMA.

Kalaupun ada, sistem pertukaran data secara wireless hanya akan diaplikasikan pada meteran untuk industri. Ini mungkin karena syarat dan kondisi yang diterapkan pada industri lebih kompleks jika dibandingkan dengan yang diterapkan di rumah tangga. Syarat dan kondisi ini membutuhkan pengawasan tambahan (dan kontrol jika perlu) dari PLN.

Living Digital

Give me a break, dude. You have one complete set of a PC and you are still doing anything with a bulk of papers…(Yeah, probably environmental activists really love those words…unless they realize that using the PC will still burn more coal and reading a hard copy books on a daylight will need no lamp at all…)

I was (still) surprised when a couple weeks ago I paid the tax of my motorbike I found that the payment system at the Indonesian Police office is digitalized, so it was making everything easier a lot. The drive thru idea is possible that every step can be handled digitally fast, for example, when the police need to record the prerequisite documents, they use the scanner. As soon as the data entered, the amount of the tax is shown and the next process is like timeless. I really enjoyed it.

Not only in the Police Office, right now most of the financial transaction at any institution can be done through bitstream of data. Nowadays most of the company will pay their employees salary by means of bank account transfer. Some of my loan-atic friends (me too) said that we didn’t even see the real money after the payday at the end of the month because the bank-auto-debet is aggresively change the numbers, much like computer viruses do.

Even I should reconsider to pay the electricity bills at the PLN office. There are risks on riding bike on the Daendels road together with big trucks and hurds of fast Harley Davidson bikes. The lifetime of my tyres will be shorter, at least. There are valuable times that must be spent to join the lines at the PLN office.

There are valuable things that is definitely possible to be managed more wisely. In short, if those payments can be done easily, practicable, fast, with smaller overheads, by Insya Allah a trusted online payment provider near you, why not allocating the things above for something more useful?

Today, most part of the world is mobile, and fast, and digital. Welcome to the new era (not brand of sandals ;)). Simply let the computer do the job.